Mereka menuduh, selama bertahun-tahun, Social Media Series Limited -- sebuah perusahaan di bawah Arend Nollen, Leon Hedges, dan David Pasanen -- tidak memedulikan permintaan Facebook untuk berhenti menjual interaksi palsu melalui situs seperti Likesocial.co dan IGFamous.net.
Dalam tuntutannya, Facebook meminta pengadilan Amerika Serikat untuk berhenti melakukan bisnis mereka dan memberikan denda karena memanipulasi platform Instagram.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Menurut tuntutan Facebook, Nollen, Hedges, dan Pasanen telah menjalankan bisnis bot media sosial sejak pertengahan 2015. Facebook mengirimkan peringatan untuk berhenti melakukan operasi itu pada awal 2018, yang membuat ketiga orang itu menutup situs pertama mereka.
Namun, ketiganya masih terus menjual pengikut palsu menggunakan nama perusahaan lain, bahkan setelah banyak akun diblokir dan jutaan Like palsu dihapus. Seperti yang bisa Anda lihat di bawah, pelanggan bisa membeli Like palsu dari 50 sampai 2.000 dengan harga sekitar USD10 sampai USD99, lapor The Verge.
Facebook menjelaskan, grup ini menggunakan jaringan bot dan akun Instagram yang mereka kendalikan untuk memberikan jutaan Like palsu ke pelanggan mereka.
"Beberapa akun yang dikendalikan oleh tertuduh memberikan puluhan ribu Like setiap harinya," kata Facebook. Mereka memperkirakan, tiga orang ini mendapatkan sekitar USD9,4 juta (Rp133 miliar) dengan menjual pengikut dan Like palsu.
Facebook menuntut grup itu karena mereka telah melanggar peraturan Facebook dan Instagram. Perusahaan media sosial itu juga merasa, mereka telah melanggar Computer Fraud and Abuse Act karena menggunakan bot untuk meningkatkan pengikut atau Like pengguna meski mereka telah diblokir dari Instagram.
Ini adalah tuntutan kedua yang Facebook ajukan ke pengadilan terkait akun palsu. Bulan lalu, mereka menuntut beberapa perusahaan Tiongkok yang menjual pengikut dan Like di Facebook, Instagram, Pinterest, Twitter, dan platform media sosial lainnya.
Sama seperti sebelumnya, Facebook menyebutkan bahwa apa yang mereka lakukan adalah salah satu langkah untuk melindungi pengguna dan mencegah perilaku non-autentik di Facebook dan Instagram.
(MMI)
https://www.medcom.id/teknologi/news-teknologi/nbwqplDK-jual-pengikut-instagram-palsu-perusahaan-selandia-baru-dituntutBagikan Berita Ini
0 Response to "Jual Pengikut Instagram Palsu, Perusahaan Selandia Baru Dituntut - Medcom ID"
Post a Comment